Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara

Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara

Tarumanegara menjadi kerajaan tertua kedua di Indonesia setelah Kerajaan Kutai di Kalimantan. Pada masa kejayaannya, Tarumanegara menjadi kerjaan terbesar di Nusantara. Diperkirakan kerajaan ini berdiri pada abad ke-4 atau 5 Masehi. Kehidupan ekonomi kerajaan Tarumanegara juga terbilang cukup maju, khususnya di Pulau Jawa.

Sistem Kehidupan Kerajaan Tarumanegara

Kemajuan perekonomian Tarumanegara juga dipengaruhi oleh peran seorang pemimpin atau raja yang sedang memimpin pada kala itu. Tidak hanya itu, kemajuan juga dipengaruhi dari sistem kehidupan yang digunakan oleh Kerajaan ini. Hal ini tentu berdampak pada beberapa kerajaan Hindhu yang baru berdiri di Pulau Jawa. 

Terkait: Sistem Pemerintahan Kerajaan Tarumanegara

Rajadirajaguru Jayasingawarman merupakan pendiri kerajaan ini yang berasal dari India. Wilayah yang dikuasai juga cukup luas yakni Banten, Jakarta, hingga Cirebon. Kerjaan Tarumanegara ini memiliki satu raja yang paling mansyur, yakni Purnawarman.

Kerajaan Tarumanegara sendiri terletak di Jawa Barat, tepatnya diantara sungai Citarum dan Cisadane. Kehidupan Kerajaan ini bisa dilihat dari beberapa aspek, salah satunya adalah aspek kehidupan ekonominya. 


Pada masa pemerintahan Purnawarman, dilakukan penggalian dari Sungai Gomatiyang dan Candrabaga. Penggalian ini memiliki panjang sekitar 6112 tonggak atau sejauh 12 km. Penggalian ini digunakan untuk mengantisipasi adanya bencana banjir dan kekeringan yang melanda warga sekitar ketika musim kemarau tiba. Selain itu, penggalian juga digunakan untuk kebutuhan irigasi.

Ternyata tidak hanya itu, tujuan pembuatan terusan ini juga digunakan sebagai sarana lalu lintas pelayaran dan perdagangan antar daerah di dalam Kerajaan Tarumanegara dengan negara lain. Hal inilah yang membuat kehidupan ekonomi kerajaan Tarumanegara menjadi lebih teratur dan stabil. 


Tarumanegara memiliki jalur sungai yang merupakan aliran air dari Sungai Gomatiyang. Kerajaan ini juga memiliki Pelabuhan yang digunakan sebagai tempat perdagangan yang terjadi antar Asia Tenggara. Hal ini tentu akan menjadi jaminan hidup makmur dan sejahtera sehingga sektor ekonomi dari Kerajaan Tarumanegara maju.

Ada beberapa barang dagangan yang dijual dalam kegiatan perdagangan ini, diantaranya adalah kulit penyu, emas, gading, dan perak. Adanya hal semacam ini bisa dijadikan sebagai salah satu gambaran dari sistem ekonomi yang berbasis Maritim.

Tidak hanya itu, Tarumanegara juga memiliki aktivitas ekonomi lainnya, yakni ekonomi berbasis agraris. Kegiatan ekonomi agraris disini sangat erat hubungannya dengan beternak dan bertani. Tidak hanya itu, pemburu binatang dan pedagang juga merupakan salah satu mata pencaharian dari masyarakat Tarumanegera.

Sistem ekonomi Kerajaan Majapahit juga bisa dilihat dari peninggalan artefaknya yang menunjukkan ciri serta aspek kepercayaan megalitik yang berkembang dengan masyarakatnya cenderung bermata pencaharian sebagai petani dengan cara bercocok tanam.

Demikianlah sejarah kehidupan ekonomi kerajaan Tarumanegara yang bisa dijadikan sebagai pengetahuan tambahan untuk Anda pelajari. Semoga ringkasan artikel ini bermanfaat.


Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara - President post

Belum ada Komentar untuk "Kehidupan Ekonomi Kerajaan Tarumanegara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel