Pengertian Wawancara Menurut Sugiyono

Pengertian Wawancara Menurut Sugiyono

Menurut Sugiyono wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.

Secara umum, kata wawancara mengacu pada percakapan satu lawan satu. Satu orang bertindak berperan sebagai pewawancara dan orang lain berperan sebagai orang yang diwawancarai. Baca juga: Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Tujuan wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai. Dan keduanya bicara secara bergiliran.

Wawancara biasanya melibatkan transfer informasi dari orang yang diwawancarai ke pewawancara. Orang yang memberikan informasi disebut sumber informasi atau narasumber.

Informasi sangat dibutuhkan oleh orang yang mendengarkan atau membaca sebagai bahan atau data. Manfaat informasi untuk tugas sekolah, diskusi hingga dimuat dalam pemberitaan. Yang paling sering melakukan wawancara adalah yang berprofesi sebagai wartawan. Wartawan dituntut pandai memilih narasumber yang tepat untuk mendapatkan informasi akurat. Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Paul A Samuelson

Macam-Macam Wawancara:

  • Wawancara Terstruktur. Digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam teknik ini peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannyapun telah dipersiapkan. Dalam wawancara ini setiap responden diberikan pertanyaan yang sama. Alat bantu yang dapat digunakan dalam wawancara antara lain tape recorder, gambar brosur dan sebagainya. Baca juga: Kelebihan Dan Kekurangan Metode Kuesioner
  • Wawancara Semiterstruktur. Pelaksanaan wawancara ini lebih bebas jika dibandingkan dengan Wawancara terstruktur. Tujuan wawancara jenis ini adalah untuk menentukan permasalahan secara lebih terbuka, di mana pihak yang wawancarai di minta pendapat dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara ini pendengar secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber. Baca juga: Tuliskan 8 Provinsi Yang Dibentuk Sebagai Hasil Sidang Ppki Pertama
  • Wawancara Tak Terstruktur. Adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Pedoman yang digunakan dalam wawancara jenis ini hanyalah berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Baca juga: Urusan Pemerintah Pusat Yang Tidak Diserahkan Kepada Daerah

Langkah-Langkah Wawancara

Lincoln And Guba Sebagaimana dikutip dalam Faisal (dalam Sugiyono,2011:322), mengemukakan ada tujuh langkah dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu:
  • Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan.
  • Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan.
  • Mengawali atau membuka alur wawancara.
  • Menginformasikan iktisar hasil wawancara dan mengakhirinya.
  • Menulis hasil wawancara kedalam catatan lapangan.
  • Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.

Sumber: dspace.uc.ac.id, kompas.com, konsistensi.com, dictio.id

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Wawancara Menurut Sugiyono"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel